5 Cara Mempertahankan Hubungan Pernikahan setelah Terjadi Perselingkuhan

Cara mempertahankan hubungan perlu untuk diketahui dan dipahami oleh setiap pasangan. Karena, tentu saja setiap pasangan selalu mendambakan hubungan yang langgeng. Hubungan yang langgeng sering diartikan sebagai kebahagiaan dan kesetiaan. Namun dalam hubungan, kadang juga ada sebuah masalah yang berkaitan dengan orang ketiga. Dan bukan hal yang mustahil jika sebuah hubungan bisa rapuh karena adanya perselingkuhan.

Berpisah atau Bertahan?

Perselingkuhan seharusnya tidak semudah itu menciptakan perpisahan. Apalagi dalam hubungan yang sudah bertahan lama, terlebih dalam sebuah pernikahan. Ikatan pernikahan adalah ikatan yang kuat dan tidak semudah itu dipisahkan. Setiap pasangan harus bersikap dewasa untuk menentukan sebuah keputusan.

Tetap bertahan atau berpisah adalah keputusan yang besar yang harus dipikirkan matang-matang. Tidak bisa ditepis bahwa pasti akan ada kekecewaan dan rasa sakit hati karena pengkhianatan yang telah terjadi. Jikapun berpisah adalah keputusan terbaik adalah agar tidak ada lagi pihak yang tersakiti, itu sah-sah saja.

Namun, jika di dalam pernikahan sudah ada anggota keluarga lain selain pasangan, misalnya anak, akan lain lagi ceritanya. Sebagai orang tua tentu sikap-sikap dewasa diperlukan, salah satunya dengan tetap bertahan dalam hubungan yang rapuh karena sebuah perselingkuhan. Karena bagaimana pun, membesarkan anak dalam lingkungan rumah yang ‘lengkap’ itu juga lebih penting.

Cara Mempertahankan Hubungan setelah Perselingkuhan

Lalu, jika ingin tetap bertahan, apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini ada beberapa tips memperbaiki hubungan setelah selingkuh yang bisa dilakukan dengan cara yang bijaksana:

  1. Mengedepankan kejujuran
    Hal yang perlu dilakukan pertama kali setelah mendapati pasangan berselingkuh adalah dengan berdiskusi. Sebuah kejujuran memang tetap harus didahulukan. Bahkan dalam keadaan yang genting sekalipun. Pasangan yang dikhianati perlu mendapat penjelasan yang lengkap dari pihak yang menyakiti. Begitu juga sebaliknya. Pihak yang tersakiti juga perlu memberikan ungkapan yang tertanam di dalam benaknya. Itu adalah cara yang adil bagi kedua belah pihak untuk memahami posisi yang ada. Dengan begitu, penentuan keputusan berikutnya akan lebih mudah untuk dipilih.
  2. Biarkan pihak yang berselingkuh bisa melihat rasa sakit yang ada
    Satu hal yang cukup ‘menampar’ dan membuat pasangan yang mengkhianati hubungan menjadi jera adalah adanya rasa bersalah. Dengan membiarkannya bisa merasakan rasa sakit yang diterima oleh pasangannya, mungkin dia akan lama kelamaan menyadari bahwa apa yang telah dilakukan adalah sebuah pelanggaran yang menyakitkan. Oleh karena itu, sebuah rasa kecewa tidak perlu ditutup-tutupi. Utarakan saja dengan jalan-jalan yang bijaksana dan tentunya tanpa sikap kekanak-kanakan.
  3. Jaminan tertulis
    Sebuah janji tertulis akan berkesan lebih sakral daripada sebuah janji yang terlontar secara verbal belaka. Setiap pasangan yang memang ingin berubah menjadi lebih baik pasca berselingkuh mungkin akan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Namun ada baiknya jika permintaan maaf tersebut dilakukan dengan cara membuat surat tertulis yang menjelaskan seberapa besar penyesalan dan penjelasan lainnya secara lebih rinci. Secara psikologis, hal itu adalah cara memulihkan hubungan setelah perselingkuhan yang akan lebih memberikan ketenangan dan bukti keseriusan daripada hanya dengan janji-janji yang terucap di bibir saja.
  4. Tetap bersikap terbuka dengan tanggung jawab masing-masing
    Setelah dilakukan proses permintaan dan pemberian maaf, sebuah hubungan seharusnya sudah bisa berjalan sebagaimana mestinya seperti dahulu. Kesalahan memang tidak mudah untuk dilupakan, namun hal itu tidak seharusnya terus menerus diungkit. Sikap terbuka dan pembagian tanggung jawab tetap harus dilakukan karena itu adalah salah satu cara agar hubungan tetap langgeng. Pihak yang tersakiti harus bisa melihat dan memahami posisi pasangannya. Walau pernah disakiti, usaha untuk tetap bisa membangun hubungan yang bahagia tidak boleh terabaikan.
  5. Menciptakan peraturan
    Setelah merasa tersakiti, seseorang wajar jika harus menegakkan kembali peraturan yang lebih ketat dari sebelumnya. Bukan karena menjadi lebih over protektif dan ingin mengekang, melainkan karena memang perlu diadakan sebuah pemantauan yang lebih terstruktur. Seseorang berhak meminta pasangannya untuk lebih menjaga komunikasi, pulang tepat waktu, atau lebih mudah dihubungi ketika harus bepergian ke luar kota. Semua ini dilakukan demi tujuan hubungan yang lebih baik.

Itulah beberapa cara mempertahankan hubungan agar tetap langgeng dan tips untuk memperbaiki hubungan setelah terjadi perselingkuhan.