Dampak Buruk Pornografi Pada Psikologi Pria Terutama Ketika Berhubungan

Dampak buruk pornografi pada psikologi nyata adanya dan benar-benar terjadi pada seseorang yang lebih menikmati menonton video porno daripada berhubungan intim secara nyata. Hal ini sering terjadi pada kaum adam yang kebanyakan sudah terbiasa menikmati konten pornografi sejak remaja hingga setelah memiliki pasangan. Menyaksikan konten pornografi biasa dilakukan untuk menyalurkan nafsu. Banyak yang berpendapat pula bahwa konten pornografi sangat efektif digunakan untuk meningkatkan gairah dalam bercinta dengan istri. Apakah pendapat ini benar?

Beberapa dampak buruk pornografi pada psikologi pria bisa mengurangi kepuasan saat bercinta dengan pasangan

Pendapat tentang pornografi yang dapat meningkatan libido dan memberi efek lebih bergairah saat berhubungan intim dengan istri, ternyata tidaklah benar menurut segi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa bahaya psikologi pornografi yang dapat menyerang:

  • Membuat otak terprogram menjadikan pornogafi lebih memuaskan
    Menikmati video porno nyatanya mampu memberikan sensasi layaknya berhubungan seks karena membuat produksi hormon dopamin meningkat drastis. Hormon ini dapat memberikan efek tenang dan tidak gelisah bagi seseorang khususnya pria jika meningkat dalam produksinya di dalam tubuh. Selain menjauhkan rasa gelisah, peningkatan hormon ini juga memberikan efek senang.

    BACA JUGA: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Ejakulasi Dini

    Memang tampak berdampak positif, namun di balik itu semua terdapat segudang hal negatif. Sensasi tenang dan senang yang diberikan saat terjadi peningkatan hormon dopamin justru akan merangsang otak menjadi terbiasa dengan anggapan bahwa menonton video porno atau konten pornografi lainnya menjadi sebuah hal yang lebih menyenangkan dan memuaskan hasrat. Tentu saja hal ini memiliki akibat yang buruk bagi kehidupan rumah tangga khususnya dalam kepuasan seksualitas bersama istri.

  • Menjadi lebih puas dengan konten pornografi dibanding berhubungan seks dengan istri
    Menyambung tentang uraian di atas mengenai bahaya pornografi bagi pria yang dapat memperoleh kepuasan seksual yang tertanam dalam otaknya, hal ini tentu sangat tidak baik bagi kehidupan berumah tangga dengan istri. Memperoleh kepuasan seksual hanya dengan menyaksikan konten pornografi akan membuat seorang pria menjadi puas hanya dengan melakukannya dibandingkan berhubungan intim dengan istri. Para pria akan menjadi sangat mudah memperoleh kepuasan seksual hanya dengan menyaksikan video porno atau konten lainnya. Hal ini akan membuat pria tersebut tidak akan merasakan puas saat berhubungan seks dengan istri.
  • Mengganggu keharmonisan suami istri
    Karena persepsi dan anggapan otak mengenai konten pornografi yang lebih memuaskan daripada melakukan hubungan seks secara nyata dengan istri, maka dapat diketahui dampak negatif pornografi lainnya yang berhubungan adalah dapat mengganggu keharmonisan hubungan antara suami dan istri. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, rutinitas seksual antara pasangan tentu saja tak selalu prima dan pasti ada kadar kejebuhannya. Tidak seperti yang ditampilkan pada video porno atau konten lainnya yang menampilkan kesempurnaan seksual.

Yang perlu diketahui, adegan seksualitas pada video maupun konten lainnya sudah disetting sedemikian rupa hingga menampikan sisi sempurna. Padahal di kahidupan nyata, tidak berjalan seperti itu. Yang harus ditanamkan pada suami dan istri adalah behubungan badan antara suami dan istri bukan hanya bermuara atau bertujuan pada kepuasan saja namun untuk lebih meningkatkan kedekatan hubungan emosional dan mencapai keharmonisan suami dan sitri. Jangan sampai hal tersebut direnggut oleh konten pornografi.

Langkah yang paling tepat jika seorang pria sudah kecanduan konten pornografi dengan sensasi kepuasan yang lebih dibanding berhubungan seks dengan istri adalah melakukan bimbingan konseling penrnikahan dengan ahli. Dengan demikian, kecanduan yang merupakan dampak buruk pornografi pada psikologi ini dapat tertangani dan tidak lagi mengganggu keharmonisan bersama sang istri.

6 Cara Mengatasi Rasa Malu Saat Bercinta

Mengatasi rasa malu saat bercinta memang tidak mudah. Namun perlu diingat juga bahwa hal itu juga tidak sulit untuk dilakukan. Biasanya untuk pasangan yang baru menikah memang akan muncul rasa malu yang berlebihan. Wajar saja karena hal itu adalah pengalaman pertama. Namun, jangan sampai rasa malu itu malah menciptakan ketidaknyamanan. Lalu bagaimana caranya agar rasa malu tidak menjadi penghalang dalam berhubungan seks?

Mengatasi Rasa Malu saat Bercinta di Malam Pertama

Berikut ini ada beberapa tips untuk pasangan yang baru menikah agar bisa mengatasi rasa malu saat berhubungan di malam pertama:

  1. Memikirkan hal-hal yang sensual
    Percaya atau tidak, memikirkan hal-hal yang sensual sepanjang hari adalah salah satu cara yang efektif untuk menghilangkan rasa canggung dan malu saat bercinta dengan pasangan. Dengan adanya pikiran-pikiran seperti itu, sebuah keinginan yang besar untuk melakukan hubungan seks akan meningkat. Jika keinginan itu sudah muncul, seseorang pasti bisa dengan mudah mengabaikan perasaan malu yang dirasakan, sehingga rasa malu dalam hubungan seks akan lebih mudah dikendalikan.
  2. Menciptakan kenyamanan
    Dalam hal apapun, kenyamanan adalah hal yang paling utama. Jika sudah nyaman, biasanya mudah untuk bisa bersikap saling terbuka. Demikian pula saat malam pertama. Menciptakan kenyamanan perlu dilakukan oleh kedua belah pihak. Kenyamanan bisa diciptakan dengan banyak cara, misalnya dengan menciptakan terlebih dahulu komunikasi yang baik atau bersama-sama mengenang perjalanan cinta hingga bisa sampai dalam tahapan pernikahan. Semua itu penting untuk membawa suasana menjadi lebih romantis sebelum melakukan hubungan seks dengan pasangan.
  3. Tidak perlu minder karena kekurangan fisik
    Kelemahan orang yang pemalu atau yang memiliki rasa malu berlebihan adalah karena sifat yang kurang bisa menghargai diri sendiri. Dalam berhubungan suami istri, terlebih di malam pertama, sebuah kepercayaan diri harus ada. Setidaknya, hargailah diri sendiri. Jangan selalu terpaku dengan kelemahan fisik yang mengakibatkan perasaan minder. Namun, sadarilah bahwa ada kelebihan lain yang bisa ditonjolkan untuk bisa membahagiakan pasangan.

    BACA JUGA: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Ejakulasi Dini

  4. Fokus pada kenikmatan yang ada
    Orang yang sulit menghilangkan perasaan malu adalah karena terlalu banyak berpikir. Ada sebuah keraguan di dalam hati apakah pasangan sudah merasa puas atau belum. Hilangkan jauh-jauh perasaan itu dan berfokuslah pada rasa nikmat yang dirasakan. Dengan fokus pada hal-hal yang menyenangkan, lama kelamaan perasaan malu ataupun cemas tersebut juga akan hilang dengan sendirinya dan tergantikan dengan perasaan yang tiada tara. Tidak perlu menahan suara atau ekspresi ketika bercinta dengan pasangan, karena munculnya suara dan ekspresi itu mungkin adalah hal yang bisa membuat suasana menjadi lebih mendukung untuk menciptakan suasana yang lebih baik.
  5. Menciptakan fantasi
    Cara lain untuk bisa menghilangkan perasaan malu saat berhubungan fisik dengan pasangan adalah dengan menciptakan fantasi-fantasi yang menyenangkan selama berhubungan. Fantasi adalah angan-angan yang bisa berkelana dengan bebas. Hal itu tentu bisa membantu untuk menghilangkan perasaan cemas, gugup, takut, dan malu yang dirasakan saat berhubungan seksual.
  6. Bila perlu, redupkan lampu
    Mengatasi rasa malu saat berhubungan seks di malam pertama bisa juga diatasi dengan cara meredupkan lampu kamar. Suasana yang redup atau gelap mungkin akan bisa membantu secara psikis untuk perlahan-lahan bisa menghilangkan rasa malu dan juga rasa canggung.

Itulah 6 cara mengatasi rasa malu saat bercinta untuk pasangan yang baru menikah. Semoga bermanfaat.