6 Cara Mengatasi Rasa Malu Saat Bercinta

Mengatasi rasa malu saat bercinta memang tidak mudah. Namun perlu diingat juga bahwa hal itu juga tidak sulit untuk dilakukan. Biasanya untuk pasangan yang baru menikah memang akan muncul rasa malu yang berlebihan. Wajar saja karena hal itu adalah pengalaman pertama. Namun, jangan sampai rasa malu itu malah menciptakan ketidaknyamanan. Lalu bagaimana caranya agar rasa malu tidak menjadi penghalang dalam berhubungan seks?

Mengatasi Rasa Malu saat Bercinta di Malam Pertama

Berikut ini ada beberapa tips untuk pasangan yang baru menikah agar bisa mengatasi rasa malu saat berhubungan di malam pertama:

  1. Memikirkan hal-hal yang sensual
    Percaya atau tidak, memikirkan hal-hal yang sensual sepanjang hari adalah salah satu cara yang efektif untuk menghilangkan rasa canggung dan malu saat bercinta dengan pasangan. Dengan adanya pikiran-pikiran seperti itu, sebuah keinginan yang besar untuk melakukan hubungan seks akan meningkat. Jika keinginan itu sudah muncul, seseorang pasti bisa dengan mudah mengabaikan perasaan malu yang dirasakan, sehingga rasa malu dalam hubungan seks akan lebih mudah dikendalikan.
  2. Menciptakan kenyamanan
    Dalam hal apapun, kenyamanan adalah hal yang paling utama. Jika sudah nyaman, biasanya mudah untuk bisa bersikap saling terbuka. Demikian pula saat malam pertama. Menciptakan kenyamanan perlu dilakukan oleh kedua belah pihak. Kenyamanan bisa diciptakan dengan banyak cara, misalnya dengan menciptakan terlebih dahulu komunikasi yang baik atau bersama-sama mengenang perjalanan cinta hingga bisa sampai dalam tahapan pernikahan. Semua itu penting untuk membawa suasana menjadi lebih romantis sebelum melakukan hubungan seks dengan pasangan.
  3. Tidak perlu minder karena kekurangan fisik
    Kelemahan orang yang pemalu atau yang memiliki rasa malu berlebihan adalah karena sifat yang kurang bisa menghargai diri sendiri. Dalam berhubungan suami istri, terlebih di malam pertama, sebuah kepercayaan diri harus ada. Setidaknya, hargailah diri sendiri. Jangan selalu terpaku dengan kelemahan fisik yang mengakibatkan perasaan minder. Namun, sadarilah bahwa ada kelebihan lain yang bisa ditonjolkan untuk bisa membahagiakan pasangan.
  4. Fokus pada kenikmatan yang ada
    Orang yang sulit menghilangkan perasaan malu adalah karena terlalu banyak berpikir. Ada sebuah keraguan di dalam hati apakah pasangan sudah merasa puas atau belum. Hilangkan jauh-jauh perasaan itu dan berfokuslah pada rasa nikmat yang dirasakan. Dengan fokus pada hal-hal yang menyenangkan, lama kelamaan perasaan malu ataupun cemas tersebut juga akan hilang dengan sendirinya dan tergantikan dengan perasaan yang tiada tara. Tidak perlu menahan suara atau ekspresi ketika bercinta dengan pasangan, karena munculnya suara dan ekspresi itu mungkin adalah hal yang bisa membuat suasana menjadi lebih mendukung untuk menciptakan suasana yang lebih baik.
  5. Menciptakan fantasi
    Cara lain untuk bisa menghilangkan perasaan malu saat berhubungan fisik dengan pasangan adalah dengan menciptakan fantasi-fantasi yang menyenangkan selama berhubungan. Fantasi adalah angan-angan yang bisa berkelana dengan bebas. Hal itu tentu bisa membantu untuk menghilangkan perasaan cemas, gugup, takut, dan malu yang dirasakan saat berhubungan seksual.
  6. Bila perlu, redupkan lampu
    Mengatasi rasa malu saat berhubungan seks di malam pertama bisa juga diatasi dengan cara meredupkan lampu kamar. Suasana yang redup atau gelap mungkin akan bisa membantu secara psikis untuk perlahan-lahan bisa menghilangkan rasa malu dan juga rasa canggung.

Itulah 6 cara mengatasi rasa malu saat bercinta untuk pasangan yang baru menikah. Semoga bermanfaat.

5 Cara Mempertahankan Hubungan Pernikahan setelah Terjadi Perselingkuhan

Cara mempertahankan hubungan perlu untuk diketahui dan dipahami oleh setiap pasangan. Karena, tentu saja setiap pasangan selalu mendambakan hubungan yang langgeng. Hubungan yang langgeng sering diartikan sebagai kebahagiaan dan kesetiaan. Namun dalam hubungan, kadang juga ada sebuah masalah yang berkaitan dengan orang ketiga. Dan bukan hal yang mustahil jika sebuah hubungan bisa rapuh karena adanya perselingkuhan.

Berpisah atau Bertahan?

Perselingkuhan seharusnya tidak semudah itu menciptakan perpisahan. Apalagi dalam hubungan yang sudah bertahan lama, terlebih dalam sebuah pernikahan. Ikatan pernikahan adalah ikatan yang kuat dan tidak semudah itu dipisahkan. Setiap pasangan harus bersikap dewasa untuk menentukan sebuah keputusan.

Tetap bertahan atau berpisah adalah keputusan yang besar yang harus dipikirkan matang-matang. Tidak bisa ditepis bahwa pasti akan ada kekecewaan dan rasa sakit hati karena pengkhianatan yang telah terjadi. Jikapun berpisah adalah keputusan terbaik adalah agar tidak ada lagi pihak yang tersakiti, itu sah-sah saja.

Namun, jika di dalam pernikahan sudah ada anggota keluarga lain selain pasangan, misalnya anak, akan lain lagi ceritanya. Sebagai orang tua tentu sikap-sikap dewasa diperlukan, salah satunya dengan tetap bertahan dalam hubungan yang rapuh karena sebuah perselingkuhan. Karena bagaimana pun, membesarkan anak dalam lingkungan rumah yang ‘lengkap’ itu juga lebih penting.

Cara Mempertahankan Hubungan setelah Perselingkuhan

Lalu, jika ingin tetap bertahan, apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini ada beberapa tips memperbaiki hubungan setelah selingkuh yang bisa dilakukan dengan cara yang bijaksana:

  1. Mengedepankan kejujuran
    Hal yang perlu dilakukan pertama kali setelah mendapati pasangan berselingkuh adalah dengan berdiskusi. Sebuah kejujuran memang tetap harus didahulukan. Bahkan dalam keadaan yang genting sekalipun. Pasangan yang dikhianati perlu mendapat penjelasan yang lengkap dari pihak yang menyakiti. Begitu juga sebaliknya. Pihak yang tersakiti juga perlu memberikan ungkapan yang tertanam di dalam benaknya. Itu adalah cara yang adil bagi kedua belah pihak untuk memahami posisi yang ada. Dengan begitu, penentuan keputusan berikutnya akan lebih mudah untuk dipilih.
  2. Biarkan pihak yang berselingkuh bisa melihat rasa sakit yang ada
    Satu hal yang cukup ‘menampar’ dan membuat pasangan yang mengkhianati hubungan menjadi jera adalah adanya rasa bersalah. Dengan membiarkannya bisa merasakan rasa sakit yang diterima oleh pasangannya, mungkin dia akan lama kelamaan menyadari bahwa apa yang telah dilakukan adalah sebuah pelanggaran yang menyakitkan. Oleh karena itu, sebuah rasa kecewa tidak perlu ditutup-tutupi. Utarakan saja dengan jalan-jalan yang bijaksana dan tentunya tanpa sikap kekanak-kanakan.
  3. Jaminan tertulis
    Sebuah janji tertulis akan berkesan lebih sakral daripada sebuah janji yang terlontar secara verbal belaka. Setiap pasangan yang memang ingin berubah menjadi lebih baik pasca berselingkuh mungkin akan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Namun ada baiknya jika permintaan maaf tersebut dilakukan dengan cara membuat surat tertulis yang menjelaskan seberapa besar penyesalan dan penjelasan lainnya secara lebih rinci. Secara psikologis, hal itu adalah cara memulihkan hubungan setelah perselingkuhan yang akan lebih memberikan ketenangan dan bukti keseriusan daripada hanya dengan janji-janji yang terucap di bibir saja.
  4. Tetap bersikap terbuka dengan tanggung jawab masing-masing
    Setelah dilakukan proses permintaan dan pemberian maaf, sebuah hubungan seharusnya sudah bisa berjalan sebagaimana mestinya seperti dahulu. Kesalahan memang tidak mudah untuk dilupakan, namun hal itu tidak seharusnya terus menerus diungkit. Sikap terbuka dan pembagian tanggung jawab tetap harus dilakukan karena itu adalah salah satu cara agar hubungan tetap langgeng. Pihak yang tersakiti harus bisa melihat dan memahami posisi pasangannya. Walau pernah disakiti, usaha untuk tetap bisa membangun hubungan yang bahagia tidak boleh terabaikan.
  5. Menciptakan peraturan
    Setelah merasa tersakiti, seseorang wajar jika harus menegakkan kembali peraturan yang lebih ketat dari sebelumnya. Bukan karena menjadi lebih over protektif dan ingin mengekang, melainkan karena memang perlu diadakan sebuah pemantauan yang lebih terstruktur. Seseorang berhak meminta pasangannya untuk lebih menjaga komunikasi, pulang tepat waktu, atau lebih mudah dihubungi ketika harus bepergian ke luar kota. Semua ini dilakukan demi tujuan hubungan yang lebih baik.

Itulah beberapa cara mempertahankan hubungan agar tetap langgeng dan tips untuk memperbaiki hubungan setelah terjadi perselingkuhan.