Tentang kami

Kenal lebih dekat dengan kami

Read More

Tujuan kami

Tujuan dibuatnya situs ini

Read More

Hubungi kami

Jika ada pertanyaan atau saran silahkan hubungi kami

Read More

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Ejakulasi Dini

Gejala, penyebab, dan pengobatan ejakulasi dini penting untuk diketahui terutama bagi para pria yang menderita gangguan fungsi seksual ini. Sebetulnya tidak ada patokan yang pasti mengenai durasi untuk berhubungan seksual yang baik karena hal tersebut tergantung tingkat kepuasan masing-masing orang. Namun ada sebuah penelitian yang meneliti tentang berapa lama rata-rata pasangan berhubungan seks dan hasilnya adalah rata-rata kebanyakan pria mencapai ejakulasi sekitar 5 setengah menit setelah penetrasi dilakukan.

Ejakulasi dini yaitu keluarnya sperma lebih cepat dari yang pria inginkan. Ejakulasi dini sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Ejakulasi dini primer: Ejakulasi dini ini dialami oleh pria sejak pertama kali ia melakukan hubungan seksual dan setiap kali dia berhubungan intim dengan pasangannya.
  • Ejakulasi dini sekunder: Ejakulasi dini ini dialami oleh pria yang sebelumnya memiliki ejakulasi normal atau sebelumnya tidak ada masalah ejakulasi dini sama sekali.

Selain itu ejakulasi juga dapat dikategorikan dari tingkat sedang sampai dengan tingkat yang paling parah. Dimana tingkat yang paling parah terjadi kalau seorang pria mengalami ejakulasi dini bahkan hanya saat organ intimnya baru menyentuh organ intim wanita.

Penyebab Ejakulasi Dini Pada Pria

Sebetulnya ada banyak sekali faktor penyebab ejakulasi dini pria dimana bisa dikarenakan faktor psikologis dan juga faktor fisik. Contoh hal-hal yang berkaitan dengan faktor psikis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini antara lain adalah:

  • Depresi
  • Cemas tidak bisa memuaskan pasangan
  • Stress
  • Masalah dengan pasangan Anda
  • Sering melakukan onani saat masih remaja dan memaksakan diri untuk ejakulasi cepat karena takut tertangkap basah atau karena perasaan bersalah
  • Pengalaman traumatis yang pernah dialami saat kecil, misalnya pernah mengalami pelecehan seksual/ pernah tertangkap basah melakukan onani

Sedangkan masalah ejakulasi dini pada pria bisa terjadi juga karena disebabkan faktor fisik, seperti:

  • Penis yang terlalu sensitif
  • Ada gangguan pada hormon
  • Gangguan pada prostat
  • Gangguan pada tiroid
  • Infeksi atau radang di dalam prostat atau uretra
  • Ada gangguan refleks pada sistem yang mengendalikan ejakulasi
  • Efek samping karena gaya hidup negatif seperti hobi merokok, konsumsi alkohol, serta obat-obatan terlarang
  • Kerusakan syaraf karena operasi atau cedera

Selain itu, seorang pria juga bisa mengalami ejakulasi dini karena faktor keturunan. Resiko Anda memiliki masalah ejakulasi dini akan lebih tinggi bila ada anggota keluarga juga pernah atau memiliki masalah ejakulasi dini yang sama.

Diagnosis Ejakulasi Dini Oleh Dokter

Jika Anda khawatir tentang masalah ejakulasi dini, maka sebelum membeli obat ejakulasi dini di apotik sembarangan akan lebih baik kalau Anda memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui apa penyebab dari ejakulasi dini Anda. Di rumah sakit biasanya nanti dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda, bertanya tentang kehidupan seksual Anda dengan pasangan, serta melakukan cek fisik untuk mengetahui penyebab dari gangguan ejakulasi tersebut.

Selain itu, pemeriksaan secara lab juga kadang diperlukan apalagi jika ejakulasi dini disertai dengan gejala seperti sulitnya ereksi atau mempertahankan ereksi ketika berhubungan. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon testosteron Anda. Selain cek darah juga ada pemeriksaan urine kalau dokter mencurigai penyebab ejakulasi dini Anda adalah karena faktor infeksi di dalam tubuh.

Pengobatan Ejakulasi Dini

Pengobatan ejakulasi dini dapat dilakukan secara mandiri atau memakai obat-obatan dari dokter, atau mencoba produk terpercaya untuk mengatasi masalah ejakulasi dini tersebut contohnya seperti Foredi Gel.

Berikut cara-cara pengobatan ejakulasi dini:

  • Penanganan secara mandiri yaitu dengan melakukan posisi seks yang lebih rileks, misalnya dengan posisi wanita yang di atas. Selain itu, Anda juga perlu mengalihkan pikiran dari keinginan untuk ejakulasi sambil menarik napas dalam-dalam dan istirahat sebentar.
  • Cara lainnya adalah dengan mulai mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jika penyebab ejakulasi dini sebenarnya disebabkan oleh masalah psikis, maka disarankan Anda untuk melakukan konseling dengan ahli terapi

Selain cara-cara di atas, untuk mengobati ejakulasi dini pria, maka Anda bisa mencoba produk Foredi Gel. Foredi Gel ini adalah obat herbal oles yang dibuat dari berbagai macam bahan alami sehingga aman dipakai tanpa efek samping.

Foredi Gel merupakan produk herbal yang bahkan direkomendasikan langsung oleh Boyke Dian Nugraha seorang yang ahli dalam hal seksualitas dan pakar kesehatan reproduksi. Foredi Gel ini berfungsi untuk memperpanjang durasi Anda berhubungan intim dengan pasangan yang efeknya bahkan masih bisa bertahan dalam 5-8 jam maka kalau mau digunakan lagi untuk bertempur di ranjang sudah tidak perlu dioleskan lagi.

Foredi Gel cukup dioleskan pada organ intim pria sebelum berhubungan sesuai dengan petunjuk pemakaian. Obat ini juga berfungsi untuk menjaga organ intim tetap bersih. Dengan obat ini maka Anda bisa lebih lama berhubungan dengan pasangan dan mencapai tingkat kepuasan multi orgasme.

Itulah tadi informasi mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan ejakulasi dini efektif yang bisa dicoba.

Bagikan artikel

8 Cara Mencegah Sakit Flu Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan

Cara mencegah sakit flu tentu sangat mudah, yaitu dengan menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun lain halnya ketika berpuasa. Apalagi ketika berada di bulan Ramadhan ketika kewajiban berpuasa dilakukan setiap hari secara berturut-turut. Mencegah sakit flu tentu akan lebih sulit dilakukan karena keterbatasan waktu untuk mengonsumsi makanan. Berikut ini ada beberapa tips mencegah sakit flu selama puasa.

Cara Mencegah Sakit Flu Selama Berpuasa Ramadhan

  1. Memenuhi kebutuhan nutrisi harian saat sahur dan berbuka
    Saat berpuasa, makanan sehat lebih dibutuhkan, karena seharian tubuh tidak terisi cukup nutrisi. Makanan bernutrisi tidak hanya akan membuat tubuh kembali segar, melainkan juga akan menghindarkan tubuh dari resistensi virus yang tersebar di lingkungan sekitar. Nutrisi harian harus tetap terpenuhi saat berpuasa. Untuk menghindari sakit flu, nutrisi yang dibutuhkan adalah vitamin A, C, E, dan juga zinc. Ada banyak makanan yang bisa dikonsumsi, seperti yogurt, sayur, buah, kacang-kacangan, ikan salmon, daging, dan masih banyak lagi.
  2. Tetap rutin minum air putih 8 gelas sehari
    Air putih adalah satu komponen utama yang dibutuhkan tubuh untuk bisa melakukan metabolisme. Kekurangan air putih tidak hanya akan menyebabkan dehidrasi, melainkan juga kegagalan organ dalam dalam melakukan tugasnya. Dengan demikian, virus dan bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Saat berpuasa, minum 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah berbuka, 2 gelas sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur.
  3. Bila perlu, konsumsi multivitamin
    Kiat mencegah sakit flu selama puasa yang tetap harus diperhatikan adalah menjaga asupan nutrisi harian tubuh. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian, karena masih ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan. Salah satunya dengan menambahkan suplemen atau multivitamin tambahan ketika sahur atau bebuka puasa.
  4. Mengenakan masker
    Masker akan sangat membantu ketika berpuasa. Apalagi untuk orang yang suka bepergian atau harus bekerja dengan banyak orang di tempat umum. Selain untuk menghalau virus yang masuk melalui hidung dan mulut, masker juga bisa mengurangi rasa tidak nyaman akibat bau mulut saat berpuasa.
  5. Selalu mencuci tangan
    Cuci tangan sudah berkali-kali dianjurkan untuk bisa menghalau virus, kuman, dan bakteri yang tidak sengaja menempel di tangan. Termasuk virus penyebab flu yang tersebar di banyak tempat. Usahakan untuk rajin mencuci tangan dengan sabun.
  6. Berolahraga ringan selama puasa
    Puasa juga bukan halangan untuk tetap bisa melakukan olahraga. Banyak jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan saat berpuasa seperti bersepeda, berjalan kaki, yoga ringan, atau bahkan jogging di sore hari. Olahraga yang rutin akan bisa membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan begitu, tubuh tidak akan mudah terkena flu.
  7. Tidak mengonsumsi minuman dingin saat sahur dan berbuka
    Minuman dingin saat berpuasa lebih baik dihindari, baik saat berbuka puasa maupun saat sahur. Gantilah minuman dingin dengan minuman hangat yang lebih menyehatkan. Dengan begitu, sakit flu tidak akan bisa dengan mudah menyerang.
  8. Menghindari makanan instan atau junk food
    Cara mencegah sakit flu saat bulan puasa adalah dengan menghindari makanan instan atau makanan junk food. Tidak ada kandungan nutrisi yang berarti dalam kedua jenis makanan tersebut. Sebaiknya hindari makanan yang tidak menyehatkan, apalagi saat puasa. Saat berpuasa, tubuh tidak membutuhkan sampah, melainkan nutrisi yang bermanfaat.

Itulah 8 cara mencegah sakit flu yang baik dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Bagikan artikel

6 Cara Mengatasi Rasa Malu Saat Bercinta

Mengatasi rasa malu saat bercinta memang tidak mudah. Namun perlu diingat juga bahwa hal itu juga tidak sulit untuk dilakukan. Biasanya untuk pasangan yang baru menikah memang akan muncul rasa malu yang berlebihan. Wajar saja karena hal itu adalah pengalaman pertama. Namun, jangan sampai rasa malu itu malah menciptakan ketidaknyamanan. Lalu bagaimana caranya agar rasa malu tidak menjadi penghalang dalam berhubungan seks?

Mengatasi Rasa Malu saat Bercinta di Malam Pertama

Berikut ini ada beberapa tips untuk pasangan yang baru menikah agar bisa mengatasi rasa malu saat berhubungan di malam pertama:

  1. Memikirkan hal-hal yang sensual
    Percaya atau tidak, memikirkan hal-hal yang sensual sepanjang hari adalah salah satu cara yang efektif untuk menghilangkan rasa canggung dan malu saat bercinta dengan pasangan. Dengan adanya pikiran-pikiran seperti itu, sebuah keinginan yang besar untuk melakukan hubungan seks akan meningkat. Jika keinginan itu sudah muncul, seseorang pasti bisa dengan mudah mengabaikan perasaan malu yang dirasakan, sehingga rasa malu dalam hubungan seks akan lebih mudah dikendalikan.
  2. Menciptakan kenyamanan
    Dalam hal apapun, kenyamanan adalah hal yang paling utama. Jika sudah nyaman, biasanya mudah untuk bisa bersikap saling terbuka. Demikian pula saat malam pertama. Menciptakan kenyamanan perlu dilakukan oleh kedua belah pihak. Kenyamanan bisa diciptakan dengan banyak cara, misalnya dengan menciptakan terlebih dahulu komunikasi yang baik atau bersama-sama mengenang perjalanan cinta hingga bisa sampai dalam tahapan pernikahan. Semua itu penting untuk membawa suasana menjadi lebih romantis sebelum melakukan hubungan seks dengan pasangan.
  3. Tidak perlu minder karena kekurangan fisik
    Kelemahan orang yang pemalu atau yang memiliki rasa malu berlebihan adalah karena sifat yang kurang bisa menghargai diri sendiri. Dalam berhubungan suami istri, terlebih di malam pertama, sebuah kepercayaan diri harus ada. Setidaknya, hargailah diri sendiri. Jangan selalu terpaku dengan kelemahan fisik yang mengakibatkan perasaan minder. Namun, sadarilah bahwa ada kelebihan lain yang bisa ditonjolkan untuk bisa membahagiakan pasangan.

    BACA JUGA: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Ejakulasi Dini

  4. Fokus pada kenikmatan yang ada
    Orang yang sulit menghilangkan perasaan malu adalah karena terlalu banyak berpikir. Ada sebuah keraguan di dalam hati apakah pasangan sudah merasa puas atau belum. Hilangkan jauh-jauh perasaan itu dan berfokuslah pada rasa nikmat yang dirasakan. Dengan fokus pada hal-hal yang menyenangkan, lama kelamaan perasaan malu ataupun cemas tersebut juga akan hilang dengan sendirinya dan tergantikan dengan perasaan yang tiada tara. Tidak perlu menahan suara atau ekspresi ketika bercinta dengan pasangan, karena munculnya suara dan ekspresi itu mungkin adalah hal yang bisa membuat suasana menjadi lebih mendukung untuk menciptakan suasana yang lebih baik.
  5. Menciptakan fantasi
    Cara lain untuk bisa menghilangkan perasaan malu saat berhubungan fisik dengan pasangan adalah dengan menciptakan fantasi-fantasi yang menyenangkan selama berhubungan. Fantasi adalah angan-angan yang bisa berkelana dengan bebas. Hal itu tentu bisa membantu untuk menghilangkan perasaan cemas, gugup, takut, dan malu yang dirasakan saat berhubungan seksual.
  6. Bila perlu, redupkan lampu
    Mengatasi rasa malu saat berhubungan seks di malam pertama bisa juga diatasi dengan cara meredupkan lampu kamar. Suasana yang redup atau gelap mungkin akan bisa membantu secara psikis untuk perlahan-lahan bisa menghilangkan rasa malu dan juga rasa canggung.

Itulah 6 cara mengatasi rasa malu saat bercinta untuk pasangan yang baru menikah. Semoga bermanfaat.

Bagikan artikel

5 Cara Mempertahankan Hubungan Pernikahan setelah Terjadi Perselingkuhan

Cara mempertahankan hubungan perlu untuk diketahui dan dipahami oleh setiap pasangan. Karena, tentu saja setiap pasangan selalu mendambakan hubungan yang langgeng. Hubungan yang langgeng sering diartikan sebagai kebahagiaan dan kesetiaan. Namun dalam hubungan, kadang juga ada sebuah masalah yang berkaitan dengan orang ketiga. Dan bukan hal yang mustahil jika sebuah hubungan bisa rapuh karena adanya perselingkuhan.

Berpisah atau Bertahan?

Perselingkuhan seharusnya tidak semudah itu menciptakan perpisahan. Apalagi dalam hubungan yang sudah bertahan lama, terlebih dalam sebuah pernikahan. Ikatan pernikahan adalah ikatan yang kuat dan tidak semudah itu dipisahkan. Setiap pasangan harus bersikap dewasa untuk menentukan sebuah keputusan.

Tetap bertahan atau berpisah adalah keputusan yang besar yang harus dipikirkan matang-matang. Tidak bisa ditepis bahwa pasti akan ada kekecewaan dan rasa sakit hati karena pengkhianatan yang telah terjadi. Jikapun berpisah adalah keputusan terbaik adalah agar tidak ada lagi pihak yang tersakiti, itu sah-sah saja.

Namun, jika di dalam pernikahan sudah ada anggota keluarga lain selain pasangan, misalnya anak, akan lain lagi ceritanya. Sebagai orang tua tentu sikap-sikap dewasa diperlukan, salah satunya dengan tetap bertahan dalam hubungan yang rapuh karena sebuah perselingkuhan. Karena bagaimana pun, membesarkan anak dalam lingkungan rumah yang ‘lengkap’ itu juga lebih penting.

Cara Mempertahankan Hubungan setelah Perselingkuhan

Lalu, jika ingin tetap bertahan, apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini ada beberapa tips memperbaiki hubungan setelah selingkuh yang bisa dilakukan dengan cara yang bijaksana:

  1. Mengedepankan kejujuran
    Hal yang perlu dilakukan pertama kali setelah mendapati pasangan berselingkuh adalah dengan berdiskusi. Sebuah kejujuran memang tetap harus didahulukan. Bahkan dalam keadaan yang genting sekalipun. Pasangan yang dikhianati perlu mendapat penjelasan yang lengkap dari pihak yang menyakiti. Begitu juga sebaliknya. Pihak yang tersakiti juga perlu memberikan ungkapan yang tertanam di dalam benaknya. Itu adalah cara yang adil bagi kedua belah pihak untuk memahami posisi yang ada. Dengan begitu, penentuan keputusan berikutnya akan lebih mudah untuk dipilih.
  2. Biarkan pihak yang berselingkuh bisa melihat rasa sakit yang ada
    Satu hal yang cukup ‘menampar’ dan membuat pasangan yang mengkhianati hubungan menjadi jera adalah adanya rasa bersalah. Dengan membiarkannya bisa merasakan rasa sakit yang diterima oleh pasangannya, mungkin dia akan lama kelamaan menyadari bahwa apa yang telah dilakukan adalah sebuah pelanggaran yang menyakitkan. Oleh karena itu, sebuah rasa kecewa tidak perlu ditutup-tutupi. Utarakan saja dengan jalan-jalan yang bijaksana dan tentunya tanpa sikap kekanak-kanakan.
  3. Jaminan tertulis
    Sebuah janji tertulis akan berkesan lebih sakral daripada sebuah janji yang terlontar secara verbal belaka. Setiap pasangan yang memang ingin berubah menjadi lebih baik pasca berselingkuh mungkin akan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Namun ada baiknya jika permintaan maaf tersebut dilakukan dengan cara membuat surat tertulis yang menjelaskan seberapa besar penyesalan dan penjelasan lainnya secara lebih rinci. Secara psikologis, hal itu adalah cara memulihkan hubungan setelah perselingkuhan yang akan lebih memberikan ketenangan dan bukti keseriusan daripada hanya dengan janji-janji yang terucap di bibir saja.
  4. Tetap bersikap terbuka dengan tanggung jawab masing-masing
    Setelah dilakukan proses permintaan dan pemberian maaf, sebuah hubungan seharusnya sudah bisa berjalan sebagaimana mestinya seperti dahulu. Kesalahan memang tidak mudah untuk dilupakan, namun hal itu tidak seharusnya terus menerus diungkit. Sikap terbuka dan pembagian tanggung jawab tetap harus dilakukan karena itu adalah salah satu cara agar hubungan tetap langgeng. Pihak yang tersakiti harus bisa melihat dan memahami posisi pasangannya. Walau pernah disakiti, usaha untuk tetap bisa membangun hubungan yang bahagia tidak boleh terabaikan.
  5. Menciptakan peraturan
    Setelah merasa tersakiti, seseorang wajar jika harus menegakkan kembali peraturan yang lebih ketat dari sebelumnya. Bukan karena menjadi lebih over protektif dan ingin mengekang, melainkan karena memang perlu diadakan sebuah pemantauan yang lebih terstruktur. Seseorang berhak meminta pasangannya untuk lebih menjaga komunikasi, pulang tepat waktu, atau lebih mudah dihubungi ketika harus bepergian ke luar kota. Semua ini dilakukan demi tujuan hubungan yang lebih baik.

Itulah beberapa cara mempertahankan hubungan agar tetap langgeng dan tips untuk memperbaiki hubungan setelah terjadi perselingkuhan.

Bagikan artikel